Fisikawan U.S Space Prediction Center, Colorado, Amerika Serikat, Doug
Biesecker, menjelaskan meski menyerang satelit, badai matahari terbesar
yang terjadi dalam enam tahun terakhir ini tak mempengaruhi teknologi
dan satelit telekomunikasi. Menurut pendapat dia, kebanyakan masyarakat
tidak merasakan dampaknya secara langsung.
“Tidak ada efek bagi
sinyal telepon genggam dan Internet,” kata Biesecker. Ia menambahkan,
bahwa sebelumnya, pada Minggu malam, 22 Januari 2012, muncul radiasi
yang cukup signifikan akibat adanya badai matahari.
Biesecker
mengatakan badai matahari tahun ini lebih besar dibanding dua badai
besar yang pernah terjadi pada 1975 dan 2003. Badai ini menyebabkan
gangguan sementara pada magnetosfer bumi sejak Selasa lalu. Magnetosfer
adalah lapisan medan magnet yang menyelubungi Bumi untuk melindungi dari
angin matahari.
Maskapai penerbangan seperti Delta dan United
mengubah rute penerbangannya. Kedua maskapai itu terbang dengan
ketinggian tertentu dan menjauhi Kutub Utara untuk menghindari radiasi
badai matahari.
Dampak radiasi yang paling signifikan, menurut
Biesecker, terjadi pada komunikasi dengan frekuensi yang tinggi.
“Jaringan penerbangan militer dan angkatan laut serta jaringan
komunikasi yang letaknya berdekatan dengan kutub paling banyak menerima
dampak badai matahari,” ujarnya.
“Aktivitas masyarakat Kutub
Selatan tidak terganggu oleh badai matahari, sebaliknya, penerbangan di
Kutub Utara terpengaruh oleh radiasinya,” kata Biesecker. Ia juga
menambahkan, baik di Kutub Utara maupun Selatanb mengalami gangguan
jaringan satelit. Hal ini disebabkan satelit berada di ekuator yang
letaknya sangat jauh dari kedua kutub.
Seluruh satelit di kutub
yang digunakan untuk memprediksi cuaca terkena dampak radiasi. “Ini
adalah dampak sementara dan tak berpengaruh terhadap telekomunikasi,
termasuk televisi,” kata Biesecker.
Sama halnya dengan satelit penerbangan, Global Positioning System
(GPS) juga tak mengalami gangguan yang berarti akibat badai matahari.
“Masyarakat yang umumnya menggunakan GPS pada mobil hanya akan melihat
adanya kesalahan kecil pada GPS mereka,” kata Biesecker.
Namun,
bagi instansi atau masyarakat yang sedang melakukan survei dengan GPS
perlu mencermati gangguan yang dialami. “Akurasi dalam survei sangat
diperlukan sehingga para peneliti harus mewaspadai gangguan GPS,”
Biesecker menambahkan.
by. TEMPO.CO, Colorado







0 komentar:
Posting Komentar