Mimpi, cita, angan, khayalan coretan-coretan kecilku

Selasa, 15 Mei 2012

Dusta


Sakit, Sakit bagikan tertusuk perisai tajam
Perih, perih bagaikan teriris pisau tajam
Ketika kau lakukan ini padaku
Kau tinggalkanku sendiri
Kau ingkari janji yang kau buat sendiri
Telah kau hancurkan ikatan ini dengan sebongkah dusta
Sebongkah dusta yang mengotori ikatan indah
Yang telah kita rajut bersama

Kau adalah makhlik terkejam yang pernah kukenal
Kau adalah makhluk terkeji yang pernah kulihat
Kau sakitiku tanpa kau tahu betapa rapuhnya aku

Aku tak rapuh karena kau tinggalkan
Kau anggap ku angin lalu
Kau tak anggap ku ada
Tak ada jujur diantara kita
Itu yang membuatku rapuh
Meski kau telah lakukan ini padaku
Sayangku tak akan lekang oleh waktu
Cintaku tak terhitung waktu
Selamanya akan tetap begini
Kau tetap ada di secuil hatiku
Pergi
Inginku Kau disampingku selamanya
Tapi tak akan mungkin bisa terjadi
Kau akan pergi, pergi jauh meninggalkanku dalam kesendirian
Disaat rasaku mulai tumbuh
Disaat kubutuhkanmu
Disaat kulemah tanpamu

Mungkin ini memang takdir kita yang tak akan bisa bersama
Mungkin ini yang Tuhan minta
Tuhan tidak memperkenankan kita bersama

Mungkin kau disana akan mendapatkan seseorang pendamping yang lebih dariku
Aku hanya bisa tersenyum dari jauh
Melihatmu bahagia disana, dengan pilihan barumu
Aku disini hanya bisa berdoa
Semoga kau baik disana
Semoga kau masih mengingatku disana
Semoga kau masih menyayangiku meski kita jauh

Kalau mungkin suatu saat nanti, kita dipertemukan kembali, akan kupeluk erat dirimu,
tapi mungkin itu hanya khayalan semata

Terima kasih kuucapkan
Kau telah mengajarkanku arti kasih sayang
Kau telah memberiku arti cinta terindah
Dan kau telah memberiku seuntai kenangan indah abadi dalam hatiku

Sayangku tak terhitung jarak
Cintaku tak terpisah ruang dan waktu


0 komentar:

Posting Komentar